Fenomena Down dan Egois Para Pengembang Medsos

Gangguan pada layanan pesan instan WhatsApp sekitar 6 jam sukses pada awal pekan ini sukses membuat geger para penggunanya di sejumlah negara. Keluhan datang karena banyak pengguna tidak bisa terhubung dengan orang lain.

Fenomena Down dan Egois Para Pengembang Medsos
Fenomena Down dan Egois Para Pengembang Medsos


Tak hanya WhatsApp, aplikasi media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram juga tak luput dari gangguan. Kondisi itu semakin membuat penikmat layanan tersebut geram.

Facebook enggan berkomentar ketika ditanya secara khusus tentang efek pemadaman pada platform perpesanannya. Namun pihaknya tetap merinci, bagaimana pemeliharaan rutin platformnya.

Namun demikian bermasalahnya layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram dipastikan bukan bentuk serangan siber, tetapi hanya merupakan kesalahan dalam prosedur jalur lintasan yang secara efektif mematikan platform komunikasi di seluruh dunia.

Pemadaman ini menunjukkan seberapa besar pengaruh Facebook dengan paltfrom pesan instan lainnya, atas ketergantungan komunikasi antar manusia hampir di seluruh dunia.

CEO Facebook Mark Zuckerberg telah menghadapi tantangan dari anggota parlemen mengenai dominasi platformnya di global. Hal itu merupakan bagian dari pengawasan terhadap adidaya raksasa teknologi.

Tidak mengandalkan satu media sosial

Dengan demikian hal itu juga menjadi pengingat bahwa pengguna media sosial tak disarankan untuk mengandalkan satu platform perpesanan untuk berhubungan dengan keluarga dan teman.

Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat juga telah mengajukan gugatan antimonopoli terhadap perusahaan teknologi. Komisi perdagangan juga menuding Facebook sebagai perusahaan monopoli yang mengakuisisi Instagram dan WhatsApp untuk mengamankan dominasinya, menurut laporan NY Times.

Dikutip Cnet, saat ini pengguna bisa menjalankan beberapa platform pesan instan untuk cadangan, agar menjaga komunikasi sebaik mungkin agar tetap utuh jika layanan pesan favorit mengalami gangguan besar-besaran.

Raksasa teknologi seperti Apple dan Google masing-masing memiliki layanan pesan instan di ponselnya, yaitu iMessage dan Google Messages. Tetapi seringkali platform pesan instan itu dibatasi secara substansial oleh jenis perangkat yang dimiliki.

Microsoft misalnya, telah berupaya menjadikan Teams sebagai platrform untuk hubungan sosial media. Namun demikian aplikasi yang dibuat sendiri oleh pengembang tanpa embel-embel merk ponsel juga sudah tersedia. Seperti Signal, Line, Telegram, Snapchat, WeChat.

Cadangan platform pesan instan selain grup Facebook dirasa dapat menjadi salah satu jalan keluar jika menjumpai masalah. Aplikasi seperti Twitter, Snapchat, Discord bahkan mungkin Skype mungkin sudah disematkan di ponsel sejak lama. Aplikasi itu juga tak bergantung dengan raksasa teknologi Facebook dalam pengoperasiannya.

0 Comments